RSS

Karena Dia Lebih Istimewa

18 Jun

Pernahkah readers mengistimewakan seseorang?

Pernahkah readers condong berpihak pada orang yang lebih dekat dengan kalian?

Pernahkah readers bersikap lebih baik ke seseorang daripada ke orang lainnya?

Jawaban rata-rata readers pasti “pernah”.

Gw juga begitu. Pernah.

Tapi.. bagaimana seandainya orang yg kalian istimewakan itu, entah itu istimewa sebagai pacar, saudara, teman dekat, atasan, bawahan, komunitas  ternyata tidak menganggap kalian sebagaimana kalian menganggapnya??

Uh-Oh. Bukan berarti gw minta imbal balik atau menuntut perlakuan sama ya. Tapi seringkali, fakta dan kenyataan membuktikan bahwa suatu hubungan, apapun namanya selalu membutuhkan 2 arah agar lebih awet.

2 arah bukan berarti menuntut imbalan, tapi 2 arah agar tetap hubungan terjalin dengan baik.

Now, the main question is :
“saat kalian menyadari orang yang kalian peduli ternyata tidak peduli kalian?”

Gw menulis bahasan ini didalam kereta sepulang kerja. Sambil memendam kekecewaan dan sedikit emosi sebal pada seseorang. Orang yang uda gw anggap kakak, ternyata gw baru tau kalau dy cuma basa basi dan menjaga sopan santun sama gw.

Lah? Bukannya bagus?

Not it. Perlakuan dy ke gw beda. Gw ga minta diperlakukan sama. Tapi seenggaknya jujurlah ma gw. Jangan ngeles sm bohong yang ngga banget.

Saat diajak pulang bareng, ngga bisa dan ngga mau karena banyak tugas. Tapi pas si A ajak pulang langsung hayuk.

Saat janjian ke suatu tempat, ngga pernah terealisasi krn dianggap sekedar ngecap. Tapi pas si A yg janjian pasti terealisasi.

Saat gw ajak makan sesuatu, ga mau. Tapi pas si A makan itu langsung mau.

Dan yg bikin ngga asik adalah A bukan pacarnya atau pasangannya. Sama-sama teman satu lingkungan juga kayak gw. (Nah loh, kalau pacar atau pasangan kan emang lebih dimaklumin. Ini bukan)

Gw ngga tau deh. apa gw uda terlalu memuakkan baginya. Atau berteman sama gw ngga menarik. Atau memang karena si A lebih istimewa.

Karena buat gw, gw cukup tau aja. Dan cukup gw notice aja kalau gw uda saatnya harus menurunkan predikat “istimewa” dari dirinya. Bukannya kenapa2, tapi dipandang sama senior2 jg ngga enak. Dikira gw ngarepin sama minta yang ngga2 dari dy. =.=

Padahal selama ini gw istimewakan dy kan karena gw ngga punya kakak. Dy uda gw anggap kakak gw sendiri. Tapi dy, boro2 nganggap gw adek, anggep teman biasa juga kayaknya ngga. Cuma kalo butuh aja gw baru dicari. Kalo lagi bahagia sendiri sm senang sendiri ya gw dibuang.

Hh.. sampai kapan gw kenal sama orang2 macam gini?

Mentang2 secara fisik gw kalah  jadinya kalau gw baik keorang selalu dianggap gw ngarep??

Berasa banget ketidakadilan disini..

Salvette,
v(^-^)v
Dioscurious

 
Leave a comment

Posted by on June 18, 2013 in Through My Eyes

 

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: